Nama: Feni Nasution
Nim: 243300020038
Dosen Pengempu: Serepina Tiur Maida,S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom
Universitas Mpu Tantular
TARIAN MOJANG PRIANGAN TARIAN TRADISIONAL ASAL SUNDA
Tarian Mojang Priangan adalah salah satu tarian tradisional dari Tatar Sunda, tepatnya dari daerah Priangan (wilayah di Jawa Barat yang meliputi Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cianjur, dan sekitarnya). Tarian ini mencerminkan keanggunan, kecantikan, dan kelembutan perempuan Sunda (disebut mojang), serta menggambarkan identitas budaya masyarakat Priangan yang halus, ramah, dan bersahaja.
Berikut penjelasan detail tentang tarian Mojang Priangan:
1. Asal Usul dan Filosofi
Mojang artinya gadis, dan Priangan merujuk pada wilayah budaya Sunda di Jawa Barat.
Tarian ini diciptakan untuk menggambarkan karakter ideal seorang mojang Sunda, yaitu lemah lembut, sopan, lincah, dan berbudaya.
Biasanya ditampilkan oleh sekelompok penari wanita, dengan gerakan yang menekankan pada kelembutan, kesopanan, dan keindahan gerak tubuh.
2. Makna dan Tujuan
Tarian Mojang Priangan bukan sekadar pertunjukan estetis, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya dan simbolisme:
Kelembutan dan Etika: Menggambarkan sopan santun perempuan Sunda yang menjaga adab dalam bertutur dan bertindak.
Kebanggaan Budaya: Menampilkan kekayaan budaya Sunda yang anggun dan harmonis.
Pendidikan Karakter: Menanamkan nilai luhur, seperti penghormatan kepada orang tua dan sikap bersahaja.
3. Gerakan Tarian
Gerakan tarian ini biasanya halus, luwes, dan penuh kelembutan.
Terdapat perpaduan antara gerakan tangan, kepala, dan kaki yang sangat terkoordinasi, menampilkan sikap anggun dan feminim.
Penari sering menampilkan senyum khas perempuan Sunda yang ramah dan bersahaja.
4. Busana dan Properti
Penari mengenakan kebaya Sunda, sering kali berwarna cerah atau pastel, dipadukan dengan kain batik atau songket khas Priangan.
Rambut ditata rapi, kadang disanggul, dan dihiasi dengan aksesoris bunga (biasanya melati).
Properti bisa meliputi selendang atau kipas, tergantung koreografi.
5. Musik Pengiring
Diiringi oleh musik tradisional Sunda, khususnya gamelan degung.
Instrumen utamanya bisa mencakup suling, kecapi, kendang, bonang, dan gong.
Irama musiknya lembut dan ritmis, sangat mendukung suasana anggun dari tarian.
6. Pertunjukan dan Konteks Sosial
Tarian ini biasanya ditampilkan dalam:
Acara adat atau upacara budaya
Penyambutan tamu kehormatan
Festival seni dan budaya
Pertunjukan seni sekolah atau sanggar
Sering kali menjadi media promosi budaya Jawa Barat baik di tingkat nasional maupun internasional.
7. Nilai Budaya
Tarian Mojang Priangan membawa nilai-nilai seperti:
Keharmonisan sosial
Identitas lokal dan kebanggaan etnik
Penghormatan terhadap tradisi leluhur
Peran perempuan dalam budaya Sunda
8. Pencipta dan Perkembangan
Meskipun tidak selalu jelas siapa pencipta awalnya, tarian Mojang Priangan berkembang melalui sanggar tari tradisional dan pelestari budaya Sunda. Koreografinya juga mengalami adaptasi agar tetap relevan di masa modern, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional.
Tari Mojang Priangan adalah representasi visual dari keindahan budaya dan karakter perempuan Sunda. Tarian ini tidak hanya indah secara artistik, tetapi juga sarat makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Priangan. Dalam konteks pelestarian budaya, tarian ini menjadi salah satu warisan yang perlu dijaga dan terus dikembangkan.
Daftar Pustaka
1.Apriyanti, Rina. Seni Tari Tradisional Jawa Barat. Bandung: Pustaka Sunda, 2018.
2.Dewan Kesenian Jawa Barat. Ensiklopedia Seni Tradisional Priangan. Bandung: DKJB Press, 2020.
3.Sudrajat, Usep. "Eksistensi Tari Mojang Priangan dalam Konteks Pendidikan Karakter di Jawa Barat." Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, vol. 14, no. 2, 2019, hlm. 101–115.


Komentar
Posting Komentar